MENCARI ARTI KEBAHAGIAAN

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in , | Posted on 04.10


Hidupnya tak lebih baik dari pengemis yang mengadu nasib di atas jembatan penyebrangan. Penghasilannya pun tak seberapa jika dibandingkan pengemis-pengemis itu. Rumahnya begitu sederhana. Beralaskan keramik di sebagian ruang depannya, dan sisanya masih beralaskan tanah. Atap yang bocor tepat di mana ia terbaring untuk melepas lelah setelah seharian mencari nafkah, seakan tak mengganggu ketenangan dalam tidurnya. Mungkin dalam hatinya terfikir, bahkan tersimpan keinginan yang kuat untuk mengganti atapnya yang bocor, tapi apa daya, uang yang terkumpul pun hanya cukup untuk membiayai sekolah anaknya dan biaya hidup sehari-sehari.

Seperti itulah gambaran tentang Ajun. Seseorang yang masih mau bekerja keras di tengah semakin bertambahnya popularitas pemalas yang aku fikir lebih layak untuk mati saja. Walau hanya ditemani gerobak kuning yang sudah mulai karatan dimana-mana, tapi semangat Ajun masih membara, hanya demi menafkahi anak dan istrinya.

Yah, anak istrinya lah yang membuat Ajun masih tergerak untuk mencari sesuap nasi dari mengumpulkan sampah penduduk di sekitarnya. Dalam fikirannya, hanya ada satu tanya yang rutin berkunjung setiap harinya. Apa jadinya jika ia masih seperti dulu?
Kehidupan Ajun di masa muda sangatlah beruntung. Ayahnya punya pabrik beras yang begitu maju. Paling tidak, di daerahnya pabrik beras itu adalah yang paling ramai dikunjungi. Ibunya membuka usaha catering yang cukup laris. Sayangnya Ajun terlalu lama terlena dalam kehidupannya yang nyaman. Masa mudanya ia habiskan untuk berjudi. Mungkin karena pengaruh lingkungan yang lebih kuat daripada petunjuk dari kedua orang tuanya, Ajun seakan tak punya keinginan untuk bertahan hidup lebih baik.


Kedua orang tuanya pun meninggal di usia Ajun yang masih muda, 23 tahun. Ajun pun mau tak mau harus melanjutkan usaha kedua orang tuanya. Sayang nasib Ajun tak semujur kedua orang tuanya. Pabrik Ayahnya dan usaha catering ibunya mesti berhenti di tengah jalan. Salah satu penyebabnya adalah hobi Ajun yang gemar berjudi. Yah, judi telah membuat Ajun terlilit hutang di sana-sini. Walau hutangnya sempat tertutup oleh penjualan pabrik ayahnya, tapi tak membuat Ajun sadar dan berhenti untuk berjudi. Hutangnya pun kembali menggunung, hingga akhirnya usaha catering ibunya pun ia jual dengan harga yang relatif murah. Tak berhenti sampai disana, Ajun pun harus menjual rumah peninggalan kedua orang tuanya, karena hasil penjualan catering ibunya belum cukup melunasi hutangnya.

Akhirnya Ajun pun mengontrak rumah kecil di pinggiran kota Bandung. Kepindahannya ke kota kembang itulah yang membuatnya tersadar. Ia berusaha bangkit dari keterpurukannya dan meninggalkan hobi berjudinya itu. Namun di tengah usahanya untuk bangkit, kawan-kawannya sesama penjudi kembali hadir mengganggu niatan awalnya. Ajun pun tergoda dan kembali ke kehidupan lamanya.

Awalnya Ajun sempat merasakan “kebahagiaan” hasil dari usahanya kembali berjudi. Tapi itu semua tak berlangsung lama, karena setahun kemudian ia harus merelakan dirinya di usir dari kontrakannya. Dengan sisa uangnya, Ajun pun berusaha mencari penginapan yang jauh lebih murah dari kontrakannya dulu. Sayang, usahanya tak membuahkan hasil. Ia pun kembali ke kampung halamannya di Majalengka dan mencoba peruntungan yang lebih baik disana.

Beruntunglah si Ajun ini, di tengah kepulangannya kembali ke Majalengka ia bertemu dengan Ratih, seorang gadis Cirebon yang kini menjadi istrinya. Ratih lah yang membuat Ajun sadar sepenuhnya. Kecintaan Ajun kepada Ratih telah membuatnya menuruti apa yang Ratih perintahkan, termasuk menjadi pegawai Ayahnya Ratih yang memiliki usaha pengrajin kayu.

Hubungan Ajun dan Ratih pun berkembang lebih jauh. Benih-benih cinta pun tertanam didalam hati mereka masing-masing. Ajun yang telah berubah, menjadi sosok yang sangat dinantikan oleh Ratih. Kepolosannya, telah membuat Ratih seakan tak bisa lepas dari pandangannya. Begitu pula Ajun, Ratih yang berparas manis dan lembut ini telah menjadi malaikat penyejuk jiwanya. Ratih bagaikan bidadari penuntun jalan baginya. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.

Sayang, rencana mereka untuk menikah, tak mendapatkan restu dari kedua orang tua Ratih. Berkali-kali Ajun mencoba menunjukan kepada orang tua Ratih, bahwa ia pantas untuk menjadi pendamping hidup Ratih. Namun semakin besar usahanya, semakin kuat pula penolakan yang dilakukan oleh kedua orang tua Ratih. Ratih pun dihadapkan pada dua pilihan, Ajun atau orang tuanya.

Ratih pun memilih Ajun, dan ia lebih memilih untuk keluar dari hidupnya yang bergelimang harta itu. Ratih mengikuti jejak Ajun menuju Majalengka, dan disanalah mereka memulai hidup yang baru. Bersama-sama mereka membangun usaha kecil-kecilan. Di awali dengan membuka warung nasi di dekat pabrik ayahnya dulu. Tapi tak lama, usaha mereka gulung tikar. Ayahnya Ratih lah yang membuat usaha mereka bangkrut. Ayah Ratihlah yang diyakini mereka berdua telah membuka usaha resto, yang lokasinya jauh lebih dekat dengan pabrik ayahnya Ajun dulu. Pegawai pabrik pun lebih memilih untuk berkunjung ke resto, karena jaraknya yang lebih dekat meskipun harganya tak lebih murah dari harga yang ditawarkan warung nasi milik mereka.

Mereka pun berulang kali mencoba membuka usaha, namun selalu gagal, karena Ayahnya Ratih selalu membuka usaha tandingan yang selalu lebih baik dari usaha mereka. Ajun dan Ratih pun menyerah pada keadaan, dan membiarkan hidupnya hancur. Ratih sempat goyah pada keyakinannya untuk tetap bersama Ajun. Ratih sempat berdebat dengan Ajun begitu lama perihal keinginannya untuk meninggalkan Ajun dan kembali kepada orang tuanya. Tapi Tuhan memang sudah mentakdirkan untuk mempersatukan mereka. Di tengah kehancuran itu, ternyata Ratih mengandung anak Ajun. Ratih pun mengurungkan niatnya untuk kembali kepada orang tuanya dan memilih untuk tetap bersama Ajun.

Mereka sepakat untuk berpindah ke kota Bandung, tentunya dengan pelarian yang sebisa mungkin tidak di ketahui ayahnya Ratih. Di sinilah mereka mulai mendapatkan ketenangan tanpa gangguan dari ayahnya Ratih. Ajun pun mulai kembali bekerja, walau hanya sebagai pemulung sampah. Tapi dari usaha inilah, Ajun sejauh ini telah berhasil menafkahi anak dan istrinya. Meskipun pas-pasan, tapi mereka tetap terlihat bahagia.

Dalam setiap hati manusia pasti menginginkan kehidupan yang lebih layak, begitu pula Ajun, Ratih dan anaknya. Dalam hati kecilnya, mereka selalu meminta kepada Tuhan agar diberikan kehidupan yang lebih baik dari apa yang telah mereka dapatkan. Namun mereka tetap ikhlas pada keputusan Tuhan. Mereka sangat bersyukur dengan apa yang telah mereka dapatkan. Mereka begitu bersyukur memiliki anak yang telah menjadi jalan bagi mereka untuk tetap bersama. Itulah alasan mereka tetap bertahan sampai saat ini.

Pengakuan paling jujur dalam hatiku pun terkuak dari kisah ini. Bahwa kebahagiaan itu tak sepenuhnya didapat dari gelimangan harta, tapi kebahagiaan itu datang ketika orang-orang disamping kita adalah orang yang kita sayangi dan menyayangi kita. Kebahagiaan tak datang tanpa cobaan, melainkan begitu banyaknya cobaan, karena hikmah di balik cobaan itulah yang pada akhirnya akan menguatkan kita. Kebahagiaan itu adalah rasa syukur kita terhadap apa yang kita dapatkan, bukan apa yang kita inginkan.

Semoga artikel yang akan diikutsertakan ke dalam lomba Djarum Black Blog Competititon vol.2 ini, bisa memberi arti lebih untuk hidup anda.

Read More..

LIBURAN KE PANTAI BIKIN ITEM?

1

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 03.11

Masa liburan tlah tiba. Anak-anak udah pada siap tuh buat ngerencanain pergi liburan ke Anyer, termasuk aku didalamnya. Tapi ada saja alasan yang sengaja dibuat-buat biar gak jadi ikut. Mulai dari masalah biaya lah, izin orang tua, jarak yang terlalu jauh, takut ada apa-apa di jalan lah, dan yang paling menarik adalah pernyataan temen aku yang paling item se-kelas. Seseorang yang easy going sebenarnya tapi entah mengapa untuk urusan yang satu ini, dia ngerasa enggan banget buat ikut. Demi menjaga harga diri dan kehormatan, aku coba untuk gak nyebutin namanya, anggap saja inisialnya Y. Dia bilang, gak pengen nambah item kulitnya yang udah mateng. Emang sih kalo diperhatiin, warna kulitnya kayak pantat katel buat penggorengan, pokonya item banget lah. Tapi gak usah dibayangin juga deh, bahaya dan mengganggu fantasi buat liburan kalian.


Nah, disini aku pengen beberin beberapa tips yang mungkin bisa dipraktikan sesama blogger yang punya rencana pergi ke pantai dan gak pengen kulitnya item. Khususnya buat blogger yang sama-sama ikutan Djarum Black Blog Competition, dan umumnya buat semua orang yang mengakses situs ini dan membaca artikel ini.

Ini dia tipsnya :

• Pastikan perlengkapan mandi anda sudah anda masukan ke dalam ransel anda. Mulai dari sikat gigi, sabun mandi, pencuci muka, shampoo, dan yang paling penting jangan lupa bawa sunblock. Sabun cream dan sunlight gak usah dibawa, cuman nambah berat isi ransel doang.

• Sediakan tissue buat ngelap muka kalo keringetan selama perjalanan menuju pantai. Jangan gunain kanebo buat ngelap muka, bahaya dan menyebabkan gatal-gatal. Tentunya kalo kanebo-nya belum dibersihin.

• Usahakan pake baju yang tipis selama perjalanan menuju pantai, kalo kalian pergi antara pagi ampe sore. Yah kalo malem perginya, sediain juga jaket yang tidak terlalu tebal, biar gak berat juga maksudnya. Cocoknya sih bawa sweater aja.
• Begitu nyampe tempat tujuan, jangan langsung cuci muka. Tunggu 15-25 menit, biar muka dan badan adaptasi dulu ama suhu dan cuaca di tempat yang baru.
• Sebelum pergi ke tepi pantai buat berjemur, jangan lupa pake sunblock-nya dulu. Oleskan ke seluruh tubuh yang tidak tertutupi pakaian. Kalo telanjang bulat, yah berarti mesti di oleskan ke seluruh tubuh secara merata.
• Pastikan kalian sedang dalam keadaan sendirian, jika kalian berjemur telanjang bulat. Jangan mempermalukan diri sendiri, kecuali anda termasuk orang yang punya kemaluan besar, maksudnya percaya diri.
• Kalo anda termasuk anti pake sunblock tapi pengen berenang di pantai dan gak pengen item, berpakaianlah layaknya ninja, kalo perlu pake cadar sekalian. Dengan catatan anda tidak merasa tersiksa dengan pakaian yang anda pakai.
• Selama berada di pantai, perbanyaklah makan dan minum yang mengandung vitamin c. biar gak cepet kena dehidrasi.
• Abis berenang atau berjemur, jangan langsung mandi, tunggu 15-25 menit. Biarin badan dan mukanya beradaptasi lagi ke keadaan normal.
• Pake cream pemutih buat muka, luluran dan mandi sebelum tidur. Buat jaga-jaga biar gak kena penyakit kegatelan, gatel-gatel maksudnya.
Bagi siapa saja yang akan berlibur ke pantai, semoga tips diatas bisa sedikit memberi manfaat, agar kulit anda tetap terjaga dari sinar matahari. Apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan, mohon dimaafkan. Salam sehat selalu dan selamat menikmati lburan anda.


Read More..

BAILOUT CENTURY JILID II

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 03.08

Merujuk pada pembahasan sebelumnya, artikel ini adalah lanjutan dari perkembangan kasus Century. Artikel yang akan dipertarungkan dalam Djarum Black Blog Competition vol.2 ini, akan membahas tentang apa yang diperbincangkan dalam kasus Century dan pandangan awal dari tiap fraksi dari hasil temuan mereka tentang kesalahan dan penyimpangan di kasus Century.
Kasus Century dilatarbelakangi dari kecurigaan adanya penyimpangan aliran dana bailout Bank Century senilai Rp 6.7 triilun. Untuk itulah dibentuk pansus hak angket kasus Century untuk mengungkap penyimpangan yang terjadi dalam aliran dana tersebut.
Pembahasan yang dilakukan pansus pun membuahkan pandangan awal yang berbeda-berbeda, termasuk dari pihak koalisi. Di dalam sesi penyampaian pandangan awal, F-PD menegaskan tidak ada sesuatu yang salah dalam proses pengambilan kebijakan dan bailout Bank Century pada November 2008. Pandangan sebaliknya disampaikan F-PKS, F-PAN F-PKB dan F-Golkar , bahwa mereka menemukan ada yang salah dalam bailout senilai Rp 6,7 trilyun itu.


Fraksi PAN membuat kejutan dengan pandangannya tentang bailout Bank Century yang bertolak belakang dengan fraksi Partai Demokrat (FPD). Tetapi dinamika tersebut bukanlah sikap akhir sehingga segala kemungkinan masih terbuka. Dikutip dari detik.com, Ketua FPAN Asman Abnur mengatakan bahwa pandangan mengenai ada yang salah dengan proses bailout, murni berasal dari fraksi. Pandangan yang di luar dugaan banyak pihak tersebut bahkan tidak dibicarakan terlebih dahulu dengan jajaran DPP PAN. Itulah sebabnya pandangan dari FPAN ini belum sampai pada putusan akhir, melainkan merupakan bahan awal untuk menyelidiki kecurigaan adanya penyimpangan aliran dana Century selanjutnya.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah memastikan sikap bahwa yang paling bertanggung jawab dalam pengambilan kebijakan bailout Bank Century adalah Boediono dan Sri Mulyani. Karena itu Presiden tidak perlu dimintai keterangan oleh Pansus Angket Century.
Menurut wakil ketua pansus Century dari Fraksi PKS, Mahfudz Siddiq mengatakan, pihak yang paling bertanggung jawab dalam skandal Bank Century adalah Boediono dan Sri Mulyani dengan porsi kesalahan 80 persen di Boediono dan 20 persen di Sri Mulyani.
Bagaimana dengan temuan fraksi partai oposisi ?
Jika kita lihat pandangan awal dari pihak koalisi yang seharusnya mendukung pemerintah malah berbeda pandangan, sudah dapat dipastikan bahwa pihak oposisi pun akan bertindak melawan. Seperti tertulis dalam artikel dari detik.com yang menyebutkan bahwa, Partai Gerindra jelas menolak bailout Century dengan semua proses yang mengikutinya. Gerindra berpandangan bailout Century tanpa dasar hukum.

Itulah yang pada akhirnya mendasari ketegangan yang selama ini terjadi di tubuh pansus. Di satu sisi, pihak koalisi yang berada di jalur pemerintah, justru menilai telah terjadi penyimpangan dalam kasus ini. Begitu pula dengan pihak oposisi yang ikut menyuarakan adanya kesalahan dalam kasus ini. Di sisi lain FPD berjuang sendiri untuk mempertahankan argumennya, bahwa kasus Century sah tanpa cacat hukum.

Contoh paling nyata adalah ketegangan antara ketua pansus dari FPDIP dan anggota pansus dari FPD. Bukankah mereka berunding untuk menghasilkan putusan terbaik bagi rakyat. Apa yang salah dengan sistim demokrasi kita, sampai-sampai wakil rakyat mempertontonkan hal-hal yang tidak layak untuk dicontohkan. Bolehlah kita berbeda pendapat, namun sampaikanlah secara sopan dan bijaksana, layak untuk dipublikasikan. Semua pendapat adalah benar selama itu bisa dibuktikan dengan hasil temuan, bukan karena emosi dan keyakinan semata.

Satu hal yang ingin saya garis bawahi dari kasus ini adalah, apapun hasil dari rapat pansus nantinya, adalah keputusan yang menguntungkan semua pihak, tak ada kongkalikong antara partai yang tergabung dalam pihak koalisi. Sebetulnya hal ini sudah benar, jika dilihat dari pandangan awal pihak koalisi yang menyebutkan, bahwa semua ini bukan persoalan berani atau tidak berhadapan dengan mitra koalisi. Melainkan sepenuhnya berdasar pada temuan yang didapat selama proses Pansus Century berlangsung dan karenanya tidak seharusnya diseret-seret ke masalah kebersamaan koalisi.

Sebagai rakyat biasa, kita hanya bisa berharap agar pansus konsisten. Jika aliran dana Century melanggar aturan, tindaklah sesuain dengan aturan hukum, Jika tidak, harus berani mengungkap fakta.

Kita tunggu kelanjutan bagaimana putusan akhir mengenai kasus bailout Century ini di artikel selanjutnya, Bailout Century Jilid III.

Read More..

BAIL OUT CENTURY

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 03.03

Apa sih gunanya pansus? Kenapa juga mesti pake emosi untuk mengeluarkan sebuah pendapat? Emang apaan sih yang dibicarain dari rapat pansus itu? Apa sih bailout itu? Ada apa dengan Century? Kenapa presiden dan wakilnya juga disebut-sebut, apakah mereka benar-benar ikut terlibat?

Pertanyaan diatas memang tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Dan sebagai artikel penunjang Djarum Black Blog Competition, pembahasan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan sebuah inovasi, ataupun automotif. Tidak berkaitan pula dengan informatika dan komputer, sebagai dasar ilmu yang sedang saya geluti. Tapi sebagai warga negara yang baik, sebaiknya kita ikut memperhatikan juga apa yang sedang terjadi di pemerintahan kita. Itulah alasan mengapa saya tertarik untuk menjadikan kasus Century sebagai salah satu tema di artikel yang akan bertarung di Djarum Black Blog Competition ini.

Sudah tidak asing lagi di telinga kita, ketika kita mendengar kata “bailout”. Di setiap perbincangan di media massa yang membahas politik Indonesia, sudah pasti kata ini selalu muncul dan menjadi headlines, terlebih untuk dua bulan terakhir ini. Tapi dibalik itu semua, saya yakin hanya sedikit saja yang mengerti arti dari bailout itu sendiri. Berdasarkan keyakinan itu, kita mulai pembahasan ini dari kata bailout.

Bailout adalah kata benda yang berasal dari dua suku kata bail dan out. Bail berarti jaminan/pinjaman, sedangkan out adalah keluar. Jika diterjemahkan mungkin bisa berarti memberi jaminan/pinjaman atau mengeluarkan jaminan/pinjaman.
Bailout dalam istilah ekonomi dan keuangan digunakan untuk menjelaskan situasi dimana sebuah entitas yang bangkrut atau hampir bangkrut, seperti perusahaan atau sebuah bank diberikan suatu injeksi dana segar yang likuid, dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Seringkali bailout dilakukan oleh pihak pemerintah atau konsorsium beberapa investor yang akan meminta peran kendali pada entitas tersebut sebagai timbal balik untuk dana yang disuntikkan. Dikutip dari sumber: http://bowie71.multiply.com/journal/item/17/What_Kinda_Animal_Bailout_Is

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat saya asumsikan bahwa kasus Century ini adalah sebuah money politics, dimana ada pihak yang memberikan jaminan atau pinjaman, dan pihak yang diberi pinjaman. Pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang memberi dan siapa yang diberi. Inilah yang sedang diusut oleh pansus, panitia yang dibentuk secara khusus dan langsung oleh presiden untuk menyelidiki kasus Century. Orang-orang yang tergabung dalam pansus ini terdiri dari perwakilan anggota fraksi dari tiap partai, baik itu koalisi ataupun oposisi. Nah inilah dasar-dasar mengapa pergolakan di dalam tubuh pansus ini berlangsung begitu panas dan ketat. Ada pihak yang mendukung pemerintah, ada pula yang menginginkan kasus ini tidak berpihak pada pemerintah, dalam artian “melawan pemerintah”.

Masih terngiang secara jelas kata-kata”bangsat” yang keluar dari mulut salah satu anggota pansus dari partai koalisi yang pro pemerintah. Kemudian ditanggapi dengan sangat emosi oleh ketua pansus saat itu, yang berasal dari partai oposisi yang melawan pemerintah. Bukankah itu gambaran yang buruk dari orang-orang yang seharusnya menjadi panutan rakyat, mewakili rakyat, berada di pihak rakyat. Meski pada akhirnya, pergolakan itu diakhiri dengan jabat tangan pertanda bahwa kasus “bangsat” itu tlah berakhir damai. Tetapi tetap saja asumsi rakyat terhadap mereka adalah buruk. Bahkan tak sedikit para kritikus yang sepertinya paham betul dengan ilmu perpolitikan menyebutkan bahwa itu hanyalah bagian dari politik untuk mengalihkan perhatian rakyat dari kasus yang “sebenarnya”. Dalam artian, cekcok yang terjadi di tubuh pansus, sudah menjadi skenario agar rakyat mengalihkan perhatiannya dari kasus Century. Kenapa mesti seperti ini? Apa yang dibahas dalam kasus Century, sampai-sampai harus ada skenario untuk mengalihkan pandangan rakyat?

Pertanyaan tersebut akan kita bahas di Bailout Century Jilid II.

Read More..

ANCAMAN ADALAH TANTANGAN

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 02.53

Tulisan yang begitu gagah terpampang di bawah sampul belakang bungkus rokok ini memiliki banyak arti. Tujuannya sih emang gak jauh, cuman ngingetin perokok buat gak ngerokok, karena begitu banyaknya penyakit yang bisa masuk lewat rokok. Kalo gitu, ngapain juga para produsen rokok mesti memproduksi rokok, kalo toh ternyata mereka juga ngasih tahu kita untuk tidak merokok. Harusnya, dengan kita tahu adanya ancaman dibalik merokok, membuat kita berhenti merokok. Bahkan bagi yang belum pernah merokok, bisa jadi acuan untuk tidak coba-coba merasakan rokok.

“Aneh?”, itulah teka-teki pertama yang muncul begitu kulihat tulisan itu. Apa sih ngaruhnya buat perokok yang udah kecanduan, yang belum pernah ngerokok, dan yang baru aja terjun ke dunia rokok? Pertanyaan paling natural, yang seharusnya bisa menyelesaikan teka-teki ini. Yah kita mulai saja dengan membahasnya satu persatu.



Gak sedikit para pecandu rokok yang menjawab pertanyaan itu dengan jawaban, “Sama sekali gak ada ngaruhnya.” Bahkan sebagian teman saya yang udah nyandu banget, dengan sedikit nyeleneh bilang, “Ah, nu kitu mah ngan nyingsieunan hungkul, buktina urang sehat-sehat keneh yeuh ngarokok geus tujuh taun lilana.”(Ah, yang kaya gitu tuh, cuman nakut-nakutin doang, buktinya aku sehat-sehat aja nih selama tujuh tahun ngerokok). Kata-kata yang terlontar, seolah-olah menunjukkan kalo ancaman yang dikeluarkan oleh setiap produsen rokok itu hanya “kata-kata sampah”. Loh, kok bisa? Mari kita bahas.

Mereka(produsen rokok)sebenarnya udah tahu pasti, kalo ancaman itu gak akan berpengaruh sama sekali buat para perokok. Secara, orang yang udah kecanduan, bakal sulit banget ngelepasin efek TAR yang bikin orang kecanduan. Sekalipun kita peduli terhadap ancaman itu, palingan kita juga bakal ngurangin, bukan untuk berhenti. Dan dalam usaha kita mengurangi pemakaian rokok itu sendiri, pendapatan mereka nggak terlalu jauh berkurang. Kalo kita nyadar, kemungkinan kita buat nyandu lagi jauh lebih gede daripada buat berhenti. Itu makanya, mereka cuman jadiin ancaman itu sebagai pemanis di balik bungkus rokok itu sendiri, toh pada akhirnya kita gak akan peduli. Itulah alasan mengapa aku sebut ancaman itu sebagi kata-kata sampah.

Kita alihkan pertanyaan dasar yang di atas tadi, buat yang belum pernah ngerokok. Menurut temen-temenku yang sama sekali belm pernah ngerokok, gak kepikiran tuh buat baca ancaman itu, karena mereka dari awal juga udah punya tekad kuat buat gak ngerokok. Tapi ada satu jawaban yang paling menarik, ketika kutunjukkan ancaman itu ke temanku yang emang anti banget ama yang namanya rokok. ”Lah, naon iye teh? Rek aya, rek eweuh , anggeur urang mah moal ngarokok saacan gawe mah, teu menang ceuk kolot, lainna teu hayang.”(lah, apaan nih?mau ada, mau kagak, tetep gak bakal bikin aku ngerokok sebelum kerja, gak boleh ama ortu, bukannya gak pengen).

Dari jawaban itu, aku berasumsi, kalo dasar dari mereka gak merokok tuh, bukan karena ancaman itu, tapi lebih kepada ancaman dari ortu mereka. Kemungkinan buat masuk dunia rokok pun sangat terbuka, mengingat mereka gak takut tuh ama ancaman itu. Jadi, aku fikir sih, ancaman ini juga gak terlalu ngaruh buat mereka yang belum pernah ngerokok.

Kita alihkan lagi pertanyaan tersebut buat yang baru-baru aja terjun ke dunia rokok. Menurut mereka, ancaman ini, justru memotivasi mereka untuk semakin giat merokok. Kita tengok jawaban dari salah satu temenku yang baru aja 2 minggu ini nyobain rokok. “Cing kadieu, bener teu iye teh, bisa ngakibatkeun impoten, buktina urang lancar-lancar keneh ah, tiap isuk si joni masih bisa hudang”(coba kesini, bener gak sih ini bisa mengakibatkan impoten, buktinya saya masih lancer-lancar, tiap pagi si joni (sebutan untuk penisnya)masih bisa bangun). Berangkat dari jawaban itu, aku kembali berasumsi bahwa, mereka terlihattermotivasi untuk membuktikan kebenaran ancaman itu. Yah sebenarnya, alasan awal mengapa dulu aku juga pengen nyoba-nyoba ngerokok, salah satunya adalah untuk membuktikan kebenaran ancaman itu. Jadi, aku fikir ancaman ini justru jadi tantangan untuk perokok di kelas ini. Dan dari jawaban yang mereka kemukakan, ancaman itu sama sekali gak berpengaruh.

Sobat blogger peserta Djarum Black Blog Competition vol.2, semua ini kembali pada keyakinan dan tekad kita. Satu hal yang ingin saya sampaikan adalah, apapun bentuknya, ancaman seharusnya tidak menghalangi kita untuk menggapai apa yang ingin kita capai. Tapi aku tetep ga nyaranin buat ngerokok loh. Ngerokok atau nggak, itu adalah pilihan.

Read More..

BLACK TEA ATAU BLACK CAPPUCCINO

16

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 21.12


Sebagai perokok yang bisa dikategorikan sebagai senior. Bagi saya, setiap produk rokok yang dihasilkan dari pabrikan PT.Djarum memiliki varian rasa yang berbeda. Meskipun pada intinya, memiliki tujuan yang sama, yaitu “ngilangin rasa enek di mulut”.

Aku udah mulai ngerokok sejak aku masih berumur 8 tahun atau tepatnya kelas 2 SD. Itulah sebabnya, sekarang aku bisa tahu bau rokok apa yang ada di sekelilingku. Dan yang akan aku coba share kali ini adalah tentang black tea dan black cappuccino. Sementara untuk bahasan black mentol dan original black, bisa dilihat di artikel selanjutnya.

Black Tea, cocok banget tuh kalo kamu lagi pengen menyendiri atau fikiran kamu lagi kacau, dalam artian, “fikirannya udah gak bisa jalan ”. Menurut sebagian temanku penikmat Black Tea, jenis rokok ini bisa dijadikan teman dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah. Nah, kalau ada waktu buat nyantai dulu di sela-sela kamu lagi ngerjain tugas, barulah Black Tea ini berperan. Fikiran yang udah stuck, bisa jadi cemerlang lagi. Dan itu membantu banget mengembalikan fikiran kita untuk lebih kreatif. Aroma teh yang begitu kental, secara tidak langsung buat fikiran kamu jauh lebih rileks. Sehingga ide-ide yang tadinya “tersendat”, bakal bener-bener mengalir lagi di otak kamu.

Sama halnya ketika kamu punya masalah, baik itu kompleks atau tidak. Black Tea akan buat kamu jauh lebih tenang. Berdasarkan pengalaman yang aku alami, black tea mampu membuat keadaan yang tadinya tegang, jauh lebih santai. Aku masih ingat ketika aku berantem hebat dengan kekasihku. Saat itu, aku tahu dia punya kekasih yang lain selain aku. Dan aku tahu itu dari wall-to-wall nya dia dengan laki-laki lain atau selingkuhannya difacebook. Dan yang bikin aku marah begitu hebatnya adalah ketika dia coba buat ngeles dari fakta yang ada, seolah-olah aku berada di fihak yang salah. Tiap kali dia telfon atau sms, udah pasti yang kefikiran tuh cuman pengen ngebentak lagi dan lagi. Nah, kebetulan waktu itu, temen aku bawa Black Tea. Sebenarnya aku bukan termasuk penikmat Black Tea saat itu, dan kebetulan rokok di kosan juga udah abis, jadi aku coba saja. Hasilnya? Mantap, aku bisa berfikir lebih bijak dan tenang. Walau sebenarnya masih ada rasa pengen marah, tapi seperti tertahan. Meski pada akhirnya, masalah ini harus berakhir dengan perpisahan, setidaknya Black Tea udah bikin aku lebih bisa mengendalikan emosi.

Black Cappuccino, cocok banget tuh buat dijadiin sarapan pagi, terutama bagi orang-orang yang jarang sarapan pake makanan berat. Apalagi kalau kita juga penikmat kopi, dan kebetulan kopi di rumah udah abis, nikmat banget kawan. Kantuk yang dari tadi maksa terus buat tidur lagi, seketika hilang begitu saja. Yah meski bukan sepenuhnya karna peran rokok, tapi setidaknya ngerokok di pagi hari, udah pasti bikin kantuk ilang. Kenapa? Coba aja kamu ngerokok di kamar pagi-pagi. Asapnya kan masuk ke ruang tengah dan bikin mulek seisi rumah tuh. Nah, udah pasti kena omel si mamah atau orang rumah yang benci banget ama asap rokok. Kejadian selanjutnya, udah pasti pada tahu lah. Buat yang belum tahu, silakan dicoba, entar juga tahu sendiri.

Hal lain yang menjadi ciri khas dari Djarum Black Cappuccino adalah aroma susu yang lebih kental daripada kopinya. Menurut sebagian temen aku penikmat cappuccino, rokok ini seolah-olah memberikan rasa susu ketika kita menghisapnya. Dan ketika kita mengeluarkan asapnya, aroma susunya tercium banget di hidung. Masih menurut temanku penikmat Djarum Black Cappuccino, jarang banget mereka bisa langsung ngerokok lagi setelah satu batang habis,maksudnya disambung lagi. Banyak orang yang yang bilang bahwa gaya merokok saya seperti kereta. Orang Sunda bilang tuh, ngarokona siga kareta(ngerokok-nya seperti kereta, nyambung lagi dan lagi). Justru, rokok ini kayak gak ngefek buat aku. Karena waktu abis satu batang aja, efek di awal tuh sedikit pusing. Terlebih karna aku gak terlalu seneng ama yang namanya susu.

Dari penjelasan tersebut,menurut aku rokok ini bagus buat pemula. Karna gak akan langsung ngasih efek kecanduan terhadap rokok. Buat yang belum terbiasa, termasuk aku, pasti ngerasa pusing, kalo terlalu lama berada di lingkungan perokok jenis ini. Karena terlalu lama nyium bau susu,malah bikin pusing. Mungkin juga karena beda selera, jadi aku ngerasa cukup satu atau dua batang per hari untuk menghisap rokok dari kedua jenis produk Djarum Black ini.
Jadi, Black Cappuccino atau Black Tea? Kembali kepada selera dan mood yang lagi kamu rasain. Silakan mencoba dan buktikan sendiri.

Read More..

Back To Black

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 20.58

Mrs. X : “Aduh dek kamarana atuh eta teh marake baju harideung kitu?”
Mrs.Y : “ Nya paling geu kanu hajatan mereun!”
Mrs.X : “Yey, ari ibu kumaha titingalian teh, maenya rek ka nu hajatan make sapatu nu marencos kitu, trus eta beheung kuat dirantean siga anjing wae, ditambih deui buukna kuat di rancung-rancung kitu, garila abdi mah da!”
Mrs.Y : “Apanan gaya budak ngora ayeuna atuh bu, teu gaul sih ibu mah.”
Mrs.X : “gaya timana ah, nu aya ngan nyingsieunan hungkul!”
Mrs.Y : “muhun ibu da abdi ge sieun mah sieun, asal ulah diganggu helaan weh!”
Mrs.X : “heeh, da jurig!”

Kalo bukan orang sunda pasti bingung nih, ya udah aku translate dulu aja ke bahasa Indonesia.

Mrs. X : “Aduh pada mau kemana tuh pake baju item-item semua?”
Mrs.Y : “ ya, paling juga mau ke ondangan bu!”
Mrs.X : “Yey…, gimana sih ibu ini ngeliatnya, masa mau ke ondangan pake sepatu yang ujungnya tajem gitu, trus lehernya dipakein rante kayak anjing aja, ditambah lagi rambutnya pake di rancung-rancung segala, gila ngeliatnya ih!”
Mrs.Y : “kan gaya anak muda zaman sekarang dong bu, gak gaul sih ibu nya.”
Mrs.X : “gaya darimana ah, yang ada cuman nakut-nakutin doang!”
Mrs.Y : “iya bu, kalo masalah takut , saya juga takut. Asal jangan diganggu duluan aja!”
Mrs.X : “emang hantu!”

Seperti itulah perbincangan yang terdengar saat aku duduk bersebelahan dengan kedua ibu tersebut. Komentar yang sebenarnya sedikit menyindir, karena aku juga sering berpenampilan layaknya orang-orang yang diceritakan oleh ibu-ibu tersebut. Namun aku coba buat ambil sisi positif dari komentar negatif tersebut, dan memaknainya sebagai sebuah pelajaran.

Asumsi awal bagi orang awam yang melihat para rocker, punkrock, metal, ataupun komunitas orang-orang yang senang dengan black style, selalu negatif. Entah itu dilihat dari cara berpakaian, cara berjalan, gaya bicara, ataupun sikap yang ditunjukkan. Seperti yang dituturkan oleh kedua ibu tersebut, mereka menilai cara berpakaian yang kita(people with black style) tunjukkan itu salah. Mereka menilai bahwa cara berpakaian kita terlalu menakutkan. Terlepas dari asumsi kita, bahwa ini hanyalah sebagai style, tanpa ada indikasi untuk menakut-nakuti siapapun, tapi tetap saja bagi orang awam, ini terlihat “menakutkan”.


Terlebih lagi, saat ini banyak oknum-oknum black style yang menyalahgunakan tindakannya dengan berbuat onar. Seperti pemalakan, minum-minuman keras di muka umum, kebut-kebutan dan lain-lain. Telah membuat citra black style menjadi jauh lebih buruk.
Sebagai pelaku black style yang merasa tak pernah melakukan hal tersebut, pasti akan merasa sangat miris mendengar percakapan kedua ibu tadi. Bagaimana tidak, selama ini kita selalu berusaha berlaku sopan dengan black style yang kita punya. Paling tidak, kita tidak mengganggu kenyamanan orang lain, kalaupun kita tidak bisa membantu membuat semuanya menjadi lebih baik. Membantu dalam artian, menolong sesama yang bukan pelaku black style dalam bentuk apapun, sehingga mencerminkan asumsi positif di mata sebagian masyarakat.

Terkadang aku merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti ini. Seperti ada hal yang menahanku untuk berpakaian serba hitam. Sesuatu yang sepertinya membuatku berfikir ulang untuk memakai gayaku sendiri. “ok, black style itu gaya kamu, tapi kamu udah siap buat jadi bahan perbincangan negatif orang-orang yang melihat gaya kamu?” seperti itulah hatiku berkata di setiap kali ku ingin keluar berpakaian serba black.

Jika kita melihat lebih jauh. Masih saja ada interaksi yang sangat buruk ketika secara sengaja atau kebetulan, kita bertemu dengan komunitas yang punya style beda, seperti Japanese style, British style, dan lain-lain. Berawal dari saling memberi tatapan sinis, kemudian saling mencibir dan memaki, kemudian berujung pada perkelahian, tawuran bahkan tidak menutup kemungkinan untuk saling bunuh.

Berangkat dari sana, aku berfikir bagaimana caranya merubah citra black style di mata masyarakat. Tentunya ini tak mudah, perlu kerjasama semua fihak pelaku black style. Langkah awal yang paling real dan mudah, berperilakulah sebagai manusia yang berfikir. Berfikir dalam artian, kita harus mampu membedakan cara bersikap dan bertutur kata ketika kita berada di lingkungan umum atau di lingkungan black style. Kita juga harus mampu menjadi bagian dari lingkungan tersebut, tidak untuk menjadi manusia yang mementingkan golongan saja. Kita semua manusia yang perlu berinteraksi dengan siapapun secara baik-baik. Kita boleh beda style, tapi kita mesti satu pemikiran bahwa kita terlahir sebagai makhluk sosial, yang takkan pernah bisa “hidup” tanpa bantuan orang lain.

Sempat terfikir dalam imajiku untuk mengadakan sebuah acara bertajuk “Black Is Back”. Sebuah acara yang terbuka bagi umum, khususnya para pelaku black style yang tujuannya untuk merubah citra buruk di mata masyarakat. Seperti apa gambaran acaranya, bisa dilihat di artikel selanjutnya “Black Day”. Dan mungkin djarum black bisa mengadakan acara yang tak jauh beda “Djarum Black Day : No Fear and Chaos". Namun itupun hanya imaji dari penulis saja. Akan seperti apa gambaran acaranya, belum sempat aku fikirkan. mungkin setelah selesai melengkapi 20 artikel wajib, akan saya fikirkan.

Semoga para pembaca yang memiliki kejadian serupa, punya keinginan yang sama untuk mencerminkan diri kita sebagai manusia yang berfikir, terlepas dari apapun style kita. Kita mesti meyakini bahwa semua hal tak ada yang tak mungkin, termasuk perubahan. Karena mendung pun tak selamanya kelabu.
So, back to black with no fear and chaos.
Read More..

Artikel Pembuka

0

Posted by cupskadek.blogspot.com | Posted in | Posted on 22.33

Goretan tangan di secarik kertas itu terhenti.
Antara tenang dan gelisah kini saling bersaing menempati ruang emosi yang tersisa.
Tenang, seharusnya tak perlu ada lagi keraguan untukku teriakan " i'm free...". Karna ku tahu, perjuangan selama satu minggu menempuh ujian akhir semester itu telah berakhir. Tapi kegelisahan seakan tak ingin lekas pergi dari bathin ini. Sesaat sebelum ujian itu berakhir, datanglah kumpulan kertas yang telah di periksa oleh pihak pengajar dari mata kuliah lain yang telah di ujikan sebelumnya. Dan hasilnya, jauh lebih meruntuhkan mental bila dibandingkan dengan mendengarkan penyanyi paling fals se-dunia.

Untungnya, sahabatku sesama blogger meyakinkanku untuk tidak terlalu memperdulikan masalah itu.
Karena dia tahu, masih banyak teman-teman yang lain, yang dapat nilai jauh lebih buruk dari apa yang kudapat.
Seketika itu pula hatiku berkata, "kapan mau majunya kalau kita terus bergantung sama hasil orang lain, ayolah kamu harus minta ujian ulang untuk memperbaiki nilai."
Sayang, apa yang hatiku katakan, tak mempengaruhi apa yang kufikirkan.


"Think black", seperti itulah kuartikan apa yang kini kufikirkan. imajiku seakan lebih tertarik untuk menuruti pendapat sahabatku dibandingkan mengikuti kata hatiku. Meskipun salah ku tetap tegar melangkah, kucoba tuk tak pedulikan hasil ujian dan lebih memfokuskan apa yang bisa kulakukan saat ini saja. Dan menulis artikel inilah langkah awal untuk melupakan semua itu.

Awalnya aku tak tahu harus menuliskan apa di artikel pembuka yang akan kukirimkan ke Djarum Black Blog Competition ini. Terlebih, mentalku ciut duluan saat aku liat artikel-artikel orang, yang aku rasa lebih berbobot dari apa yang kutuliskan.
Lalu ku coba tuk mencari apa yang beda dari apa yang mereka tuliskan. tapi, semakin kucari kelemahan di setiap artikel mereka, justru semakin hilang ide yang sempat bermunculan untuk menulis artikel ini.

"Ah sial, udah mah nilai ujian berantakan, ini ide juga gak dateng-dateng, bad day lah."
Seperti itulah kata-kata yang mengendap dalam hati di tengah malam itu. bahkan sempat terfikir untuk ku lepas saja kontes black blog ini. Sampai akhirnya aku pun tertidur di antara gelisah dan keraguan ini.

Sesaat setelah kubukan mata, aku pun teringat akan kata-kata guru SD-ku ketika ujian dulu. "Kerjakan yang mudah-mudah dulu". Nah, berangkat dari ingatan itu, imaji pun mulai terbuka. "kenapa tak kutuliskan saja apa yang aku rasa saat hendak menuliskan artikel ini. itu pekerjaan yang mudah kok untuk sebuah artikel pembuka."
Akhirnya, kutuliskan saja cerita ini sebagai artikel pembuka. Dan kan kujadikan artikel ini sebagai gerbang untuk membuka pemikiran-pemikiran baru yang akan kutuliskan di artikel selanjutnya.
Ayo blogger, kita awali semua dari yang mudah untuk sebuah hasil yang indah.
Semoga...

Read More..

Find Your Future Here